TATA CARA PELAKSANAAN UMROH
1. Niat (Ihrom)
Ihrom dimulai dari Miqot yang telah di tentukan oleh Rasullullah SAW
MIQOT IHROM UMROH
- Yalamlam
=> Yaman dan sekitarnya yang searah
- Dzati
irqin => Iraq dan daerah yang searah
- Juhfah
=> Syam/Magribi
- Qornul
manazil => Najd / Arab bagian Tengah
- Dzul
hulaifah / Bi’r Ali => Kota Mdinah
- Jironah,
Tan’im, Hudaibiyah => Kota Makkah
- Rumah masing-masing => Penduduk kota makkah yang lebih deket
2. Thowwaf
Tawaf dimulai dari sudut Hajar Aswad dengan cara mencium atau melambaikan tangan jika Anda tidak dapat menjangkaunya. Pada setiap awal putaran, bacalah:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَر
Sebanyak tiga kali. Setelah itu, mulailah tawaf dengan tujuh putaran sambil memastikan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri Anda. Berikut adalah bacaan doa tawaf untuk masing-masing putaran yang dibaca dari hajar aswad sampai rukun yamani:
a. Pada putaran pertama, bacaan doa yang dianjurkan
adalah :
سُبْحَانَ
اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلآ إِلٰهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلَاحَوْلَ
وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
عَلٰى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللّٰهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ
وَتَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَآءً بِعَهْدِكَ
وَاتِّبَاعًا
لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَوَالْعَافِيَةَ
واْلمُعَافَاةَ الدَّآئِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا اْلٰاخِرَةِ وَالْفَوْزَ
بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّار
“Maha
Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha
Besar, Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan (untuk menolak
bahaya) kecuali bersumber dari Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Shalawat
dan salam bagi Rasulullah saw. Ya Allah, aku Tawaf ini karena beriman
kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah
Nabi-Mu Muhammad saw. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan,
kesehatan dan kesejahteraan yang kekal dalam menjalankan agama, di dunia dan di
akhirat dari siksa neraka”
b. Untuk putaran kedua, Anda dapat membaca :
اَللّٰهُمَّ
إِنَّ هٰذَا اْلبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ وَاْلأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ
عَبْدُكَ وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدُكَ وَهٰذَا مَقَامُ الْعَائِذِبِكَ مِنْ
النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَتَنَا عَلَى النَّارِ. اَللّٰهُمَّ
حَبِّبْ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْإِلَيْنَا
الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِى
الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَاب
“Ya
Allah, sesungguhnya Baitullah ini rumah-Mu, Tanah mulia ini tanah haram-Mu,
Negri aman ini Negri-Mu, hamba ini hamba-Mu, dan aku hamba-Mu anak dari
hamba-Mu dan tempat ini tempat berlindung pada-Mu dari siksa neraka. Ya Allah
cintakanlah kami pada iman dan peliharalah ia dari hati kami, bencikanlah kami
pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkanlah kami ini
dalam golongan yang meandapat petunjuk. Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu
di hari kelak Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah, anugerahkanlah
surga kepadaku tanpa hisab”
c. Pada putaran ketiga, bacaan doa yang disarankan
adalah:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ اشَّكِّ وَالشِّرْكِ
وَالشِّقَاقِ وَالنِّفَاقِ وَسُوٓءِاْلأَخْلَاقِ وَسُوٓءِاْلمَنْظَرِ
وَاْلمُنْقَلَبِ فِى اْلمَالِ وَاْلأَهْلِ وَالْوَلَدِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ
أَسْأَلُك رِضَاكَوَالْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ
فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَاْلمَمَات
“Ya Allah,
aku berlindung pada-Mu daripada syak was-was, syirik, cerai berai (bertengkar)
muka dua, buruk budi pekerti, buruk pandangan (salah urus) terhadap harta benda
dan keluarga. Ya Allah sesungguhnya aku mohon pada-Mu keridhaan-Mu dan syurga,
dan aku berlindung pada-Mu daripada murka-Mu dan neraka. Ya Allah, aku
berlindung padaMu dari fitnah kubur serta dari fitnah kehidupan dan derita
kematian.”
d. Untuk putaran keempat, bacaan doa yang dianjurkan adalah:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًامَشْكُوْرًا
وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ.
يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِيْ يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى
النُّوْرِ. اَللّٰهُمَ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَآئِمَ
مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ
وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ. رَبِّ قَنِّعْنِيْ بِمَا
رَزَقْتَنِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَنِيْ وَاخْلُفْ عَلٰى كُلِّ
غَائِبَةٍ لِيْ مِنْكَ بِخَيْر
“Ya Allah,
jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni
dan amal shaleh yang dikabulkan dan perdagangan yang tidak akan mengalami rugi
selamanya. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam dada.
Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang. Ya Allah aku
mohon pada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan segala ampunan-Mu
selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat rupa-rupa kebaikan,
beruntung memperoleh surga, terhindar dari neraka. Tuhanku anugerahkan padaku
dan gantilah apa-apa yang aku luput daripadanya dengan kebajikan dari-Mu.”
e. Pada putaran kelima, Anda bisa membaca:
اَللّٰهُمَّ أَظِلَّنِيْ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلِّ
اِلَّا ظِلُّكَ وَلَا بَاقِىَ اِلَّا وَجْهُكَ وَأَسْقِنِيْ مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ
مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ شُرْبَةً هَنِيَْئَةً مَرِيْئَةً لَا
نَظْمَأُ بَعْدَ هَا أَبَدًا اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا
سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ
وَنَعِيْمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ
عَمَلٍ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ
أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ.
“Ya Allah
lindungilah aku dibawah lindungan-Mu pada hari yang tidak ada naungan selain
dari naungan-Mu dan tidak ada yang tinggal kekal selain wajah-Mu. Dan berilah
aku minuman dari telaga Nabi Muhammad saw. dengan suatu minuman yang lezat
nyaman, sesudah itu aku tidak akan haus untuk selamanya. Ya Allah, aku mohon
pada-Mu kebaikan yang diminta oleh Nabi Muhammad saw., dan aku berlindung
pada-Mu dari kejahatan dan minta perlindungan-Mu daripada yang diminta Nabi
Muhammad saw. Ya Allah, aku mohon pada-Mu surga serta nikmat-Nya dan apapun
yang dapat mendekatkan aku pada-Nya dari perkataan atau perbuatan ataupun amal.
Dan aku berlindung pada-Mu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku
kepada-Nya, baik ucapan, perbuatan ataupun amal.
f. Pada putaran kelima, Anda bisa membaca:
اللّهُمَّ إِنَّ لَكَ عَلَيَّ حُقُوْقًا كَثِيْرَةًفِيْمَا بَيْنِيْ
وَبَيْنَكَ وَحُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَلْـقِكَ.
اللّهُمَّ مَاكَانَ لَكَ مِنْهَا
فَاغْفِرْهُ لِيْ وَمَاكَانَ لِخَلْقِكَ فَتَحَمَّلْهُ عَنِّيْ وَأَغْنِنِى
بِحَلاَ لِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَا عَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ
عَمَّنْ سِوَاكَ يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ. اَللّهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ
وَوَجْهَكَ كِرَيْمٌ اَنْتَ يَااللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ
الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mempunyai hak yang banyak sekali atas diriku dalam hubungan antara aku dengan-Mu. Dan Engkau juga mempunyai hak yang banyak sekali dalam hubungan antara aku dengan makhluk-Mu. Ya Allah, apa yang menjadi hak-Mu atas diriku, maka ampunilah aku. Dan apa saja yang menjadi hak makhluk-Mu atas diriku, maka tanggungkanlah dariku. Cukupkanlah diriku dengan rizki-Mu yang halal, terhindar dari yang haram. Dan dengan ta’at kepada-Mu, terhindar dari kemaksiatan. Dan dengan anugerah-Mu terhindar daripada mengharap dari selain daripada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Luas pengampunan-Nya. Ya Allah, sesungguhnya rumah-Mu ini agung, Zat-Mu pun sungguh mulia, dan Engkau ya Allah, Maha Penyabar, Maha Pemurah dan Maha Agung, Engkau suka memberi ampun, maka ampunilah aku”
g. Untuk putaran terakhir, bacaan doa yang dianjurkan adalah:
اللّهُمَّ إِنِّيْ أسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَا مِلًا وَيَقِيْنًا
صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلَالًا
طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ
الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ بِرَ حْمَتِكَ يَاعَزِيْزُ
يَاغَفَّارُ.رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَاَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِيْن
“Ya Allah,
aku mohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang luas,
hati yang khusyu’, lidah yang selalu berdzikir, rizki yang halal dan baik,
tobat yang diterima, taobat sebelum mati, ampunan dan rahmat sesudah mati,
ampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan selamat dari neraka,
dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun.
Tuhanku, berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan masukkanlah aku ke dalam
golongan orang-orang yang saleh”
https://bpkh.go.id/bacaan-doa-tawaf-putaran-1-sampai-7-lengkap/
3. Sa’i
a. Memulai Sai dari Titik Awal : Bukit Shafa
Ibadah sa’i dimulai
dari bukit Shafa, di mana Anda akan memulai perjalanan ke bukit Marwah. sambil
membaca niat :
نَبْدَأُ
بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
Kami memulai dengan
apa yang Allah mulai.
Setelah berada di
atas bukit Shafa, menghadap kiblat dengan berdzikir dan berdoa apa yang
diinginkan, lalu membaca:
اللهُ
أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah
Maha Besar. (3x)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى
كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali
hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan
dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu.”
لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ
الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali
hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong
hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.” (HR. Muslim 1218).
b. Menjalani
Rute Sai dengan Khusyuk
Berikutnya Anda
melakukan sa’i dengan berjalan kaki bagi yang mampu, dan boleh menggunakan
kursi roda atau skuter matic bagi yang udzur.
Perlu diketahui
bahwa Anda wajib melakukan perjalanan dari Bukit Safa dan mengakhirinya di
Bukit Marwah dalam 7 kali perjalanan. Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung
satu kali perjalanan. Sebaliknya, perjalanan dari Marwah ke Shafa juga dihitung
sebagai satu kali perjalanan. Dengan demikian, hitungan ketujuh berakhir di
Marwah.
Selain itu, selama
menjalani rute sai, Anda perlu menjalaninya dengan penuh khusyuk. Ibadah sa’i
merupakan waktu yang tepat untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
c. Berlari-lari
Kecil saat Melintasi Lampu Hijau
Bagi jemaah
laki-laki, disunnahkan untuk melakukan ar-raml (berlari-lari kecil) saat
melintas di sepanjang lampu hijau. Sementara, jemaah perempuan cukup berjalan
biasa.
d. Berdoa di
Sepanjang Perjalanan
Anda dapat membaca
doa dan zikir di sepanjang perjalanan sa’i dari Safa ke Marwa dan dari Marwa ke
Safa. Begitu juga setiap kali mendaki bukit Shafa dan Marwah juga membaca
dzikir dan doa pula sesuai keinginan.
e. Mengakhiri
Sai dan Berdoa di Bukit Marwah
Setelah tiba di
bukit Marwah sebagai titik akhir, Anda dapat membaca doa dan setelah itu tidak
perlu shalat sunah setelah sa’i. Berikut bacaan doa di bukit Marwah sesudah
melaksanakan sa’i:
اللّهُمَّ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ
وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لاَتَكِلْنَا وَعَلَى اْلإِيْمَانِ
واْلإِسْلاَمِ الَكَامِلِ جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللّهُمَّ
ارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَالاَ يَعْنِيْنِيْ وَارْزُقْنِيْ حُسْنَ النَّظَرِ
فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ يَاأَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ.
“Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami,
maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur
kepada-Mu. Jangan Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah
kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau ridha. Ya Allah rahmatilah
kami sehingga mampu meninggalkan segala maksiat selama hidup kami, dan
rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah
kami pandang yang baik terhadap apa-apa yang membuat-Mu rida terhadap kami,
wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”
https://bpkh.go.id/tata-cara-sai/
4. Tahallul
Tahalul merupakan salah satu
rukun haji yang harus dilaksanakan. Jika seorang jamaah haji tidak melakukan
tahalul, maka ibadah hajinya dianggap tidak sah. Oleh karena itu, memahami
ketentuan dan hukum tahalul sangat penting bagi setiap jamaah haji. Seperti
yang ditegaskan oleh Syekh Zakariya al-Anshari:
وَلَا
تَحَلُّلَ مِنْ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ دُونَهُ كَسَائِرِ أَرْكَانِهِمَا
“Tidak ada tahalul
dari haji dan umrah tanpa menghilangkan rambut kepala sebagaimana rukun-rukun
yang lain”. (Syekh Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib, Juz.1, Hal.490).
Selain itu, Allah
Swt. berfirman:
مُحَلِّقِينَ
رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ
“Dengan mencukur
rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut.” (QS.
Al-Fath: 27).
Menurut syariat Islam, tahalul wajib dilakukan dengan cara mencukur atau
memotong sebagian rambut. Bagi laki-laki, disunahkan untuk mencukur habis
rambut kepala, sedangkan bagi perempuan cukup memotong sebagian kecil rambut.
Tahalul juga harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah
melaksanakan rangkaian ritual tertentu dalam ibadah haji.
Pelaksanaan tahalul
dalam haji dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Niat Tahalul
- Mencukur
atau Memotong Rambut
- Membaca Doa
Tahalul
Doa Tahalul Saat Mencukur Rambut dan Setelah Selesai
dibaca saat mencukur atau memotong rambut:
اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ
اَللهُ اَكْبَرْ اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا
أَنْعَمَنَابِهِ عَلَيْهَا. اَللَّهُمَّ هَذِهِ نَاصِيَتِي فَتَقَبَّلْ مِنِّي
وَاغْفِرْ ذُنُوْبِى اَللَهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِيْنَ وَاْلمَقْصُوْرِيْنَ
يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةٍ اَللَّهُمَّ اثْبُتْ لِى بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً
وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً. وَارْفَعْ لِىْ بِهَا عِنْدَكَ دَرَجَةً
“Allah Maha Besar,
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang telah memberi
petunjuk kepada kita dan segala puji bagi Allah tentang apa-apa yang telah
Allah karuniakan kepada kami.
Ya Allah ini
ubun-ubunku, maka terimalah dariku (amal perbuatanku) dan ampunilah
dosa-dosaku.
Ya Allah, ampunilah
orang-orang yang mencukur dan memendekkan rambutnya wahai Tuhan yang Maha Luas
ampunan-Nya. Ya Allah tetapkanlah untuk diriku setiap helai rambut kebajikan
dan hapuskanlah untukku dengan setiap helai rambut kejelekan. Dan angkatlah
derajatku di sisimu.”
Doa setelah selesai
menggunting rambut:
اَلْحَمْدُ للهِ الَّدِى قَضَى عَنَا مَنَاسِكَنَا. اَللَّهُمَّ
زِدْنَا اِيْمَانَا وَيَقِيْنَا وَعَوْنَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا
وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
“Segala puji bagi
Allah yang telah menyelesaikan manasik kami, Ya Allah tambahkanlah kepada kami
iman, keyakinan, dan pertolongan dan ampunilah kami, kedua orang tua kami dan
seluruh kaum muslimin dan muslimat.”
Membaca doa ini
merupakan bagian dari adab dan tata cara tahalul yang dianjurkan dalam syariat
Islam. Selain itu, membaca doa tahalul juga membantu jamaah haji untuk lebih
menghayati dan meresapi makna dari tahalul itu sendiri.